Jumat, 15 Oktober 2010

kesalingtergantungan kelompok

Teori Ketergantungan Media (bahasa Inggris: Dependency Theory) adalah teori tentang komunikasi massa yang menyatakan bahwa semakin seseorang tergantung pada suatu media untuk memenuhi kebutuhannya, maka media tersebut menjadi semakin penting untuk orang itu [1]. Teori ini diperkenalkan oleh Sandra Ball-Rokeach dan Melvin DeFleur. Mereka memperkenalkan model yang menunjukan hubungan integral tak terpisahkan antara pemirsa, media dan sistem sosial yang besar. Konsisten dengan teori-teori yang menekankan pada pemirsa sebagai penentu media, model ini memperlihatkan bahwa individu bergantung pada media untuk pemenuhan kebutuhan atau untuk mencapai tujuannya, tetapi mereka tidak bergantung pada banyak media dengan porsi yang sama besar. Besarnya ketergantungan seseorang pada media ditentukan dari dua hal. * Pertama, individu akan condong menggunakan media yang menyediakan kebutuhannya lebih banyak dibandingkan dengan media lain yang hanya sedikit. Sebagai contoh, bila anda menyukai gosip, anda akan membeli tabloid gosip dibandingkan membeli koran Kompas, dimana porsi gosip tentang artis hanya disediakan pada dua kolom di halaman belakang, tetapi orang yang tidak menyukai gosip mungkin tidak tahu bahwa tabloid gosip kesukaan anda, katakanlah acara Cek dan ricek, itu ada, ia pikir cek dan ricek itu hanya acara di televisi, dan orang ini kemungkinan sama sekali tidak peduli berita tentang artis di dua kolom halaman belakang Kompas. * Kedua, persentase ketergantungan juga ditentukan oleh stabilitas sosial saat itu. Sebagai contoh, bila negara dalam keadaan tidak stabil, anda akan lebih bergantung/ percaya pada koran untuk mengetahui informasi jumlah korban bentrok fisik antara pihak keamanan dan pengunjuk rasa, sedangkan bila keadaan negara stabil, ketergantungan seseorang akan media bisa turun dan individu akan lebih bergantung pada institusi - institusi negara atau masyarakat untuk informasi. Sebagai contoh di Malaysia dan Singapura dimana penguasa memiliki pengaruh besar atas pendapat rakyatnya, pemberitaan media membosankan karena segala sesuatu tidak bebas untuk digali, dibahas, atau dibesar-besarkan, sehingga masyarakat lebih mempercayai pemerintah sebagai sumber informasi mereka.

Persepsi Keanggotaan

persepsi keanggotaan yang didefinisikan oleh bererapa tokoh yaitu : a) Smith (1945) : kelompok sosial adalah satu unit yang terdiri dari sejumlah organisme yang mempunyai persepsi kolektif tentang kesatuan mereka dan mempunyai kemampuan untuk berbuat dan bertingkah laku dengan cara yang sama terhadap lingkungan. b) Bales (1950) : kelompok kecil adalah sejumlah orang yang berinteraksi secara langsung dimana masing-masing anggota menerima persepsi dan impresi pertama dengan yang lain dan memberi reaksi satu dengan yang lain.

interaksi interpersonal

Interpersonal interaction encompasses all types of contact between people. interaksi interpersonal mencakup semua jenis kontak antara orang-orang. For example, you and I are having an interpersonal interaction here. Misalnya, Anda dan saya mengalami interaksi interpersonal di sini. You've asked a question and I've given an answer. Anda telah mengajukan pertanyaan dan saya sudah memberi jawaban. And although we will never see each other or speak to each other, it is an interaction. Dan meskipun kita tidak akan pernah melihat satu sama lain atau berbicara satu sama lain, itu adalah interaksi. The key is that the interaction is between individuals. Kuncinya adalah bahwa interaksi antara individu. It may involve words, gestures, sounds, drawings, touch, smell. Ini mungkin melibatkan kata, gerak tubuh, suara, gambar, sentuhan, bau. The interaction may be brief or may go on for hours or days. Interaksi mungkin singkat atau dapat berlangsung berjam-jam atau hari. It may be a one-time interaction or it may be a series that goes on for a lifetime. Ini mungkin sebuah interaksi satu kali atau mungkin seri yang berlangsung seumur hidup. The key is that it is driven by the persons involved and it involves some something "interactive.". Kuncinya adalah bahwa hal itu didorong oleh orang yang terlibat dan melibatkan beberapa sesuatu "interaktif.". If I fantasize about a movie star, that is not an interpersonal interaction. Jika aku berkhayal tentang bintang film, yang tidak memerlukan interaksi interpersonal. If I see a sports star on TV, that is not an interpersonal interaction. Jika saya melihat bintang olahraga di TV, yang tidak interaksi interpersonal. If I go to a message board and talk with other fans, that IS an interpersonal interaction. Jika saya pergi ke sebuah papan pesan dan berbicara dengan penggemar lainnya, yang IS interaksi interpersonal. If I smile at someone on an elevator and they give me a dirty look, that is an interpersonal interaction. Jika saya tersenyum pada seseorang di lift dan mereka memberikan saya terlihat kotor, yang merupakan interaksi interpersonal. If I practise my smile in a mirror, it is not. Jika saya berlatih senyum saya di cermin, tidak. Hope that's of some help. Harapan itu dari bantuan.

psikologi sosial

Psikologi sosial merupakan perkembangan ilmu pengetahuan yang baru dan merupakan cabang dari ilmu pengetahuan psikologi pada umumnya. Ilmu tersebut menguraikan tentang kegiatan-kegiatan manusia dalam hubungannya dengan situasi-situasi sosial. Dari berbagai pendapat tokoh-tokoh tentang pengertian psikologi sosial dapat disimpulkan bahwa psikologi sosial adalah suatu studi ilmiah tentang pengalaman dan tingkah laku individu-individu dalam hubungannya dengan situasi sosial. Sedangkan latar belakang timbulnya psikologi sosial, banyak beberapa tokoh berpendapat, semisal, Gabriel Tarde mengatakan, pokok-pokok teori psikologi sosial berpangkal pada proses imitasi sebagai dasar dari pada interaksi sosial antar manusia. Bedah lagi dengan Gustave Le Bon, bahwa pada manusia terdapat dua macam jiwa yaitu jiwa individu dan jiwa massa yang masing-masing berlaianan sifatnya. Pada tahun 1950 dan 1960 psikologi sosial tumbuh secara aktif dan program gelar dalam psikologi dimulai disebagaian besar universitas Dasar mempelajari psikologi sosial berdasarkan potensi –potensi manusia, dimana potensi ini mengalami proses perkembangan setelah individu itu hidup dalam lingkungan masyarakat. Potensi-potensi tersebut antara lain: 1. kemampuan menggunakan bahasa 2. adanya sikap etik 3. hidup dalam 3 dimensi (dulu, sekarang, akan datang ) Ketiga pokok di atas biasa disebut sebagai syarat human minimum. Dengan demikian yang tidak memenuhi human minimum dengan sendirinya sukar digolongkan sebagai masyarakat. Obyek manusia mempelajari psikologi sosial adalah kegiatan-kegiatan sosial / gejala-gejala sosial. Sedangkan metode sosial antara lain : a. Metode Eksperimen, b. Metode survey, c. Metode Observasi, d. Metode diagnostik – psychis, e. Metode Sosiometri. sumber:http://www.ikatanpsikologisosial.org/

psikologi kelompok

Manusia memerlukan kelompok untuk survive. anggota kelompok bermakna memuaskan beberapa yang dasar kebutuhan psikologis, dengan bergabung dengan orang lain, seseorang dapat memecahkan permasalahan yang meliputi dirinya. Kesuksesan suatu Kelompok adalah memberikan pelayanan dalam hal perbedaan individu yaitu menyediakan pelayanan untuk berinteraksi bagi setiap anggota. Dalam penelitian disebutkan bahwa ada 16 faktor yang menyebutkan bahwa terdapat beberapa kriteria fungsi kelompok dalam mewujudkan kepuasan anggota. Pria memiliki tingkat kepuasan lebih tinggi dalam kelompok dibanding dengan wanita, tetapi pria juga memiliki tingkat ketidakpuasan paling tinggi dibanding perempuan dalam suatu kelompok. Beberapa Kriteria yang dapat menimbulkan kepuasan anggota dalam suatu kelompok adalah social bonding, yaitu dimana kelompok tersebut menyenangkan bagi anggotanya. Sehingga anggota tersebut merasa senang menjadi bagian dari kelompok. Social comparison-upward, yaitu dimana suatu anggota merasa terinspirasi oleh anggota yang lain, sehingga dia dapat melakukan sesuatu seperti yang dilakukan oleh anggota yang menjadi inspirasinya. Social esteem, yaitu terwujudnya suatu harga diri anggota dikarenakan dia telah menjadi satu dengan anggota-anggota yang lain, dari sinilah akan muncul harga diri suatu kelompok. Social learning, yaitu dimana anggota tersebut merasa mendapat suatu pelajaran yang berarti dalam kelompok yang dimasukinya. Tetapi ternyata terdapat 2 kriteria yang kurang dapat memuaskan suatu anggota kelompok. 2 kriteria tersebut adalah social control dan social comparison-downward. Social control adalah satu anggota dapat mempengaruhi anggota yang lain. Ketidak mampuan anggota dalam mengambil suatu beban sendiri dalam mempengaruhi, sehingga dia membutuhkan anggota yang lain untuk menanggung beban yang sama, kecuali bila anggota tersebut mempunyai power tersendiri. Sedangkan yang kedua  adalah social coparison downward adalah kemampuan individu dalam menghasilkan atau berbuat sesuatu untuk anggota kelompok. Sehingga dia dapat merasakan perasaan lebih baik dari pada anggota yang lain. Karena sesungguhnya bukan satu orang yang merasa lebih baik atas segalanya dalam suatu kelompok, tetapi bagaimana anggota kelompok yang lain dapat memberikan inspirasi untuk dirinya. Sehingga akan mucul suatu kepuasan bagi anggota tersebut. sumber:http://mediaindonesia.co.cc/search/label/perbandingan+teori-teori+psikologi+kelompok